Jakarta, Radarflores.com- Stefanus Gandi berbagi momen saat dirinya dipilih menjadi salah satu dari 13 bakal calon legislatif DPR RI yang mengenakan jas kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN).
Ke-14 Bacaleg DPR RI tersebut diberikan panggung khusus dalam acara penyerahan dan pemakaian jas kebesaran PAN oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan.
Acara tersebut berlangsung di Ballroom Rakernas III PAN, Sabtu (27/8/2022). "Hari ini Sabtu (27/8/2022), bertempat di Ballroom Rakernas III PAN, saya dan 14 orang Bacaleg DPR RI PAN 2024 dipilih dan diberikan panggung khusus dalam acara penyerahan dan pemakaian jas kebesaran PAN, yang di serahkan secara langsung oleh Ketua Umum PAN, Bapak Zulkifli Hasan," tulis Stefanus dalam fanpage-nya.
Alasan Maju Caleg
Sebelumnya, Stefanus Gandi mengungkapkan alasan dirinya berani mengambil bagian dalam gelanggang politik pada pemilu tahun 2024 mendatang.
Secara sederhana, selain punya niat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, Stefanus maju menjadi calon anggota DPR RI dari Dapil Flores, Lembata dan Alor hanya untuk meregenerasi figur lama di Senayan.
Direktur PT Indojet Sarana Aviasi itu ingin menghilangkan diskriminasi pandangan bahwa hanya orang matang dan berduit saja yang bisa duduk di Senayan.
"Kita harus berani mendorong para calon terbaik yang masih muda dan energik. Saya maju ini sebenarnya sebagai usaha untuk mengedukasi publik akan pentingnya regenerasi politik," ujar Stefanus.
Dorong Kerja Kolaborasi

Ia juga mengaku mulai konsen bertemu masyarakat Pulau Flores sejak satu tahun lalu.
Ia datang bukan dalam rangkah untuk berkampanye. Sebab waktu kampanye, kata dia, belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut Stefanus, ia mengelilingi Pulau Flores dengan kemasan misi kemanusian dan pendekatan sosial kemasyarakatan.
Selama satu tahun belakangan ini, Stefanus telah banyak membantu material untuk rumah adat, rumah ibadah, kelompok tani, bantuan sembako, dan kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Misi kemanusiaan ini sebenarnya sedang menjalankan kerja-kerja kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama. Semua proses pekerjaan yang dikerjakan, kata dia, akan menjadi lebih efisien jika dilakukan secara bersamaan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Yang kami kemas adalah memperkenalkan diri dan pendekatan sosial kemasyarakatan yang sifatnya keuntungan bersama," katanya.
Di setiap titik pertemuan dengan masyarakat, Stefanus kerap menggali dan menawarkan bantuan semampunya.
Stefanus sendiri menyadari bahwa bantuannya memang sedikit tidak seperti para pihak yang sedang memangku jabatan tertentu di eksekutif dan legislatif. Namun bantuannya tentu saja untuk kepentingan umum sembari berharap ada pihak lain yang bisa melakukan gerakan kemanusiaan serupa.
"Yang kami gali adalah apa yang kami bisa bantu. Ini sebagai bentuk partisipasi kami. Sebagai bentuk keluarga baru," kata Stefanus.
"Ini adalah bentuk kolaborasi yang kami buat. Karena saya belum jadi apa-apa, saya bantu sebisa saya. Kegiatan sosial ini kan tidak ada batasan," imbuh dia. [*]