Mataram, Radarflores.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar acara pisah sambut General Manager dari Rizki Aftarianto kepada RDW Manurung pada Kamis, 11 Juni 2026.
Rizki Aftarianto selanjutnya mendapat penugasan sebagai General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara. Adapun RDW Manurung sebelumnya menjabat Vice President Administrasi Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara pada Direktorat Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Kantor Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki Aftarianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN, pemerintah daerah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan ketenagalistrikan selama masa kepemimpinannya di UIP Nusra.
“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang telah diberikan selama ini. Saya meyakini semangat kebersamaan, gotong royong, dan dedikasi yang telah dibangun bersama akan terus menjadi kekuatan PLN UIP Nusra dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, RDW Manurung menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mempercepat pelaksanaan berbagai program serta proyek strategis yang sedang berjalan di wilayah Nusa Tenggara.
“Semangat Pancasila harus diwujudkan melalui kerja nyata. Bersama seluruh insan PLN UIP Nusra, kami siap melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan energi yang andal bagi Nusa Tenggara,” kata RDW Manurung.
Sebagai tindak lanjut dari proses serah terima kepemimpinan, RDW Manurung bersama jajaran manajemen PLN UIP Nusra melakukan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt Mataram–Mantang usai acara pisah sambut.
Kunjungan tersebut menjadi agenda pertama RDW Manurung sebagai General Manager PLN UIP Nusra. Langkah itu dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan proyek strategis ketenagalistrikan yang diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem listrik serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara.