Labuan Bajo, Radarflores.com - Polres Manggarai Barat sudah menetapkan beberapa orang tersangka dalam kasus perambahan atau perusakan kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wae Wu'ul di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores- NTT.

Penetapan tersangka ini usai Polres Mabar melakukan gelar perkara pada Kamis, 02 Februari 2023 di Polres Mabar.

Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Ridwan menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi beberapa nama sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hanya pihaknya belum mengungkapkan ke publik lantaran harus gelar lagi di Polda.

"Hari ini kita gelar dan kita sudah mengantongi tersangkanya. Tapi kita belum bisa ungkap dulu. Habis ini kita akan bersurat ke Polda untuk minta gelar lagi di Polda. Setelah itu baru kita ungkap ke publik. Kalau tersangka sudah ada," ujarnya usai gelar.

Ia menjelaskan, orang yang bertanggung jawab dalam kasus perambahan dan pengrusakan kawasan KSDA Wae Wu'ul ini adalah pihak-pihak yang menghadirkan alat berat, merencanakan, dan yang melakukan aktivitas.

Sementara pihak yang menjual justeru belakangan baru tahu kalau sudah ada penggusuran dikawasan. Pasalnya, BPN dan KSDA sudah berkoordinasi sebelumnya bahwa titik lokasi yang dijual itu masuk kawasan. Sehingga oleh penjual melepaskan kawasan itu. Namun, belakangan tiba tiba ada pihak yang melakukan penggusuran dengan menggunakan alat berat.

Sebelumnya diberitakan, sekitar puluhan hektare lahan KADA Wae Wu'ul dijual oleh MS dan kawan-kawan. Adapun pihak pembeli yang belakangan diketahui adalah perantara alias calo adalah FS. Sementara pihak yang menghadirkan alat berat dan melakukan penggusuran adalah VT.

Kasus ini juga menyeret nama mantan camat komodo inisial I yang diduga ikut menandatangani lebih dari 20 dokumen untuk proses penerbitan sertifikat.

Kontributor: Rio Suryanto
Editor: AA