Ruteng, Radarflores.com - Monika Dwi Putri Panja, siswi dari Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St. Stefanus Ketang meraih juara 1 olimpiade Bahasa Jerman tingkat SMA/SMK se-Manggarai Raya.

Olimpiade tersebut diselenggarakan di SMAK Ignatius Loyola Labuan Bajo mulai Jumat (24/11) hingga Sabtu (25/11/2023).

Olimpiade yang bertajuk “Gebyar Bahasa Jerman" itu melibatkan 40 orang siswa dari 9 SMA/SMK. Mereka berasal dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Perjalanan menuju olimpiade Bahasa Jerman, untuk Dwi sangat melelahkan karena waktu persiapan yang sangat mepet.

“Kami membutuhkan latihan yang ekstra karena waktu yang sangat sedikit. Ditambah dengan materi yang diberikan menurut saya sangat sulit untuk level kelas X-XII, karena soal level A2 biasanya diberikan untuk guru yang sedang menjalani proses sertifikasi profesi," kata Maria Mersiana Suju Pampo, guru pembimbing olimpiade Bahasa Jerman SMAK St. Stefanus Ketang.

Meski demikian, Mersi bangga sebab siswanya mau bekerja keras dan memanfaatkan waktu dengan sangat efektif.

Kepala SMAK St. Stefanus Ketang Pastor Siprianus Tangur menyampaikan profisiat atas prestasi siswanya di ajang olimpiade Bahasa Jerman se-Manggarai Raya.

Pastor Sipri mengatakan, prestasi yang diraih siswanya sangat membanggakan. Selain peningkatan kemampuan berbahasa Jerman, kata dia, tentunya menambah pengalaman dalam perlombaan yang bergensi seperti olimpiade.

“Prestasi yang mereka peroleh akan menjadi motivasi bagi yang lain untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar secara serius. Meski dalam banyak keterbatasan, para siswa bersama guru pembimbingnya telah menunjukkan ketekunan dan kerja keras yang membuahkan prestasi," ujarnya.

Kata dia, selain Dwi yang menjuarai lomba Local Story Telling tingkat Manggarai Raya, ada tiga siswa lain dari sekolah yang sama sedang mengikuti seleksi untuk mengikuti ajang Olimpiade Nasional yang disponsori oleh Goethe Institute Jakarta.

"Hal ini tentu sangat membanggakan bagi SMAK St. Stefanus Ketang, sebuah Lembaga Pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama," tutupnya.

Penulis: Isno Baco