Ruteng, Radarflores.com - Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu menegaskan pembangunan rumah gendang adalah bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat.

Hal itu disampaikan saat hadir acara roko molas poco rumah gendang Ngkor, Desa Bangka Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin 1 September 2025.

"Molas poco bukan sekadar kayu bersih, melainkan kayu suci. Ia kita maknai sebagai ibu yang melahirkan, sebagai sumber kekuatan bersama," ungkapnya.

Fabianus menegaskan, pembangunan rumah gendang adalah bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat. Pemerintah, katanya, hanya hadir memberi dukungan, sementara semangat utama lahir dari warga sendiri.

Ketua Panitia pembangunan rumah gendang Ngkor Sebastianus Keruru, menyebut bahwa dukungan dari Pemkab Manggarai melalui APBD II menjadi pemicu semangat baru bagi warga Ngkor.

"Sebelumnya niat itu ada, tapi warga masih ragu. Dengan dukungan pemerintah, keyakinan tumbuh kembali. Rumah gendang bukan sekadar bangunan, ia adalah penjaga warisan leluhur," ujarnya penuh semangat.

Pernyataan itu seakan menegaskan kembali filosofi rumah gendang, ia adalah ruang bersama yang melampaui batas generasi, menyatukan yang muda dan tua, mempertemukan yang merantau dengan yang tinggal, serta menjaga kesinambungan adat dari masa lalu menuju masa depan.

Pembangunan Rumah Gendang Ngkor tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya merawat tradisi. Bagi masyarakat Manggarai, rumah gendang adalah jantung kehidupan adat. Tanpa rumah gendang, denyut kebersamaan akan melemah, dan ikatan sosial perlahan bisa terkikis oleh arus modernisasi.

Dengan kembali digelarnya ritus Roko Molas Poco, masyarakat Ngkor meneguhkan komitmen bahwa adat bukan sekadar peninggalan, melainkan pedoman hidup. Rumah gendang yang akan berdiri nanti menjadi simbol persatuan, pengikat kekeluargaan, serta benteng kearifan lokal di tengah perubahan zaman.

Penulis: Isno Baco