Ruteng, Radarflores.com - Kodim 1612 Manggarai mengelar kegiatan binkom cegah konflik sosial di gedung MCC Ruteng, Selasa (14/5/2024).

Kegiatan tersebut mengangkat tema "peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial di wilayah Kodim 1612 Manggarai".

Waas Intel Kasad Bidang Jemen Kolonel Inf Ardian Triwarsana dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 16/12 Manggarai beserta jajarannya atas terselenggaranya kegiatan binkom cegah konflik.

Ardian menjelaskan, sejak Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 hingga sekarang, keberlangsungan penyelenggaraan pembangunan nasional tidak pernah bebas dari berbagai gejolak yang membahayakan keamanan nasional, mulai dari pemberontakan, separatisme, terorisme, kerusuhan hingga terjadi konflik sosial menjadi pengalaman buruk yang stabilitas mengakibatkan terganggunya kemerdekaan ancaman keamanan nasional.

Di samping itu, transisi demokrasi dalam tatanan dunia yang semakin terbuka mengakibatkan makin cepatnya dinamika sosial, termasuk faktor intervensi asing.

"Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan konflik, baik konflik yang bersifat vertikal maupun konflik horizontal," ucap Ardian.

Ia menuturkan terbukti telah mengakibatkan hilangnya masyarakat, aman, timbulnya rasa takut kepada kerusakan dan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis seperti dendam, benci, sehingga antipati, menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.

Dalam setiap konflik yang terjadi, pemerintah (Forkompinda) hadir dengan cepat dapat mengatasinya dengan baik sehingga konflik tidak berkembang luas.

Namun konflik sosial masih kerap terjadi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi terjadinya konflik sosial yang sewaktu-waktu dapat timbul di masyarakat.

"Oleh karena itu, upaya untuk mencegah terjadinya konflik sosial merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah agar konflik sosial tidak semakin meluas, sehingga stabilitas keamanan yang kondusif tetap terjaga," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 1612 Manggarai Letkol Arh Drian Priyambodo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program dari Angkatan Darat yang diselenggarakan langsung ke wilayah-wilayah oleh tim dari dengan Sintelad bersama-sama kewilayahan salah satunya di Manggarai.

Kegiatan itu turut melibatkan satuan Kodim instansi Kepolisian RI, maupun pemerintah daerah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat.

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana komunikasi forum diskusi masalah sosial yang ada di masyarakat harapannya dapat mencegah berbagai fenomena sosial atau konflik sosial yang kerap terjadi karena perbedaan pertentangan, antar kelompok perbedaan individu, perbedaan budaya, dan kepentingan, perbedaan agama, maupun ras dan perubahan sosial yang berdampak luas mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan
nasional.

"Dengan adanya program ini semoga dapat membawa dampak yang positif yang dapat meningkatkan solidaritas antar individu maupun kelompok pribadi yang lebih kuat dan munculnya menjadikan dan tangguh untuk mempertahankan nilai-nilai dan norma sosial di lingkungan masyarakat yang mendorong perubahan," tutupnya.

Kasrem 161 Wirasakti kolonel Cpi Simon Petrus Kamlasi kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk pembinaan komunikasi untuk mencegah konflik sosial khususnya di Manggarai.

Ini adalah program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), yang diselenggarakan berjenjang mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat korem-korem.

"Dalam konteks ini TNI memandang kesejahteraan adalah kunci dari pencegahan konflik sosial," ujar Simon.

"TNI berkomitmen membantu pemerintah bekerja dengan semua pihak bagaimana cara mengatasi terjadinya konflik sosial. Dan bagaimana cara untuk mensejahterakan masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Isno Baco