Ruteng, Radarflores.com Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Soe Flavianus, membantah keras isu yang menyebut dirinya meminta tambahan anggaran perjalanan dinas untuk DPRD Manggarai.

"Saya tidak pernah meminta penambahan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp. 9 Miliar dalam pembahasan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2025," tegas Ipi Soe, sapaan akrabnya, kepada wartawan pada Senin, 1 September 2025.

Menurutnya, isu yang beredar tersebut merupakan bentuk pembelokan fakta yang tidak mencerminkan sikap Fraksi NasDem. Ia menegaskan bahwa Fraksi NasDem justru konsisten mendorong efisiensi dalam penggunaan anggaran daerah.

Lebih lanjut, Soe menyatakan bahwa tudingan terhadap Fraksi NasDem yang disebut-sebut meminta tambahan anggaran perjalanan dinas adalah tidak benar.

"Justru Fraksi NasDem satu-satunya fraksi yang meminta agar pembahasan perubahan KUA-PPAS dilakukan secara cermat, karena terdapat pergeseran anggaran yang sangat besar dari dokumen induk ke perubahan, bahkan ada yang mencapai ribuan persen,” katanya.

Ia menambahkan, dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Manggarai, sempat muncul usulan agar pembahasan perubahan KUA-PPAS 2025 diselesaikan hanya dalam satu hari. Namun, Fraksi NasDem menolak rencana tersebut karena waktu yang terbatas tidak memungkinkan dilakukan kajian yang mendalam.

"Kalau hanya dibahas dalam satu hari, sama saja tidak ada kajian mendalam. Karena ada pos anggaran yang bergeser hingga bahkan ada pos baru yang tidak tercantum dalam dokumen induk. Sebagai wakil rakyat, tugas kami memastikan setiap rupiah anggaran jelas peruntukannya dan tidak merugikan masyarakat," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penghematan anggaran, Soe juga mencontohkan sikap Fraksi NasDem yang secara tegas menolak perjalanan dinas yang dianggap tidak mendesak. Salah satunya, ia menolak perjalanan dinas ke Kupang untuk asistensi Perda pertanggungjawaban APBD 2024 pada awal Agustus lalu.

"Asistensi itu bisa dilakukan secara daring melalui Zoom, sehingga menghemat biaya ratusan juta rupiah. Beberapa kabupaten lain di NTT juga sudah melakukannya. Bahkan ada perjalanan dinas yang tidak saya manfaatkan agar anggaran bisa dikembalikan ke kas daerah," pungkasnya.

"Saya tegaskan sekali lagi, Fraksi NasDem berada di garis depan dalam memperjuangkan efisiensi dan transparansi anggaran, semata-mata demi kepentingan masyarakat Manggarai," tutupnya.

Penulis: Isno Baco