Ruteng, Radarflores.com - Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk terlibat secara aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Jumat Agung Hening (Silentium Magnum) tahun 2026.
Hal ini disampaikan dalam rapat pemantapan bersama Keuskupan Ruteng, tokoh agama, dan aparat keamanan yang berlangsung di Aula Benedic Hall Cewonikit (BHC) Paroki St. Vitalis Cewonikit.
Dalam sambutannya Bupati Hery menekankan pentingnya kehadiran nyata pemerintah untuk memperkuat tradisi keheningan tersebut.
“Rasanya sudah waktunya pemerintah juga ikut serta secara aktif untuk memperkuat pelaksanaan dari jumatan ini,” tegas kepada wartawan pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan ini bertujuan agar kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan umat di lapangan.
“Keterlibatan itu juga berdampak pada pengaturan hal-hal yang mungkin menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Manggarai yang selama ini belum berjalan secara optimal,” lanjutnya.
Bupati Hery juga menekankan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah penguatan spiritual internal masyarakat Manggarai.
“Niat kita ini bukan untuk pihak eksternal, tapi untuk internal kita saja dulu, menguatkan perasaan bahwa pada hari itu memang keheningan yang dibutuhkan,” ujar Bupati Hery.
Ia menginginkan adanya tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan formal di atas kertas. Sangat terbuka untuk mendengarkan hal-hal apa yang kira-kira harus diperkuat dari sisi pemerintah, artinya mungkin tidak hanya sebatas himbauan tapi juga ada gerakan-gerakan di lapangan.
Meskipun bukan aturan negara yang bersifat memaksa, beliau percaya bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut.
“Memang ini barang tidak dipaksakan, bukan sebuah aturan negara, tetapi saya kira kita hidup di sebuah wilayah yang mau tidak mau memang kegiatan-kegiatan keagamaan itu akan mengatur sebagian besar orang,” tambahnya
Salah satu perhatian utama Bupati Hery adalah mengenai konsistensi aturan untuk menjaga kekhusyukan hari tersebut. Ia mengusulkan pengaturan jam operasional SPBU dan swalayan agar dapat melayani masyarakat hingga tengah malam sebelum hari Jumat tiba agar penutupan total pada hari Jumat benar-benar efektif.
Terkait pelaksanaan teknis, Bupati menyambut baik rencana pemusatan kegiatan Jalan Salib di satu lokasi untuk memfokuskan konsentrasi umat.
“Tahun ini kita bisa fokus di Natas Labar. Kerinduan banyak orang supaya jalan salib itu kami tidak jalan ke mana-mana lagi, sudah terpusat di satu tempat,” katanya.
Bupati dua periode itu juga mengapresiasi progres kedewasaan umat dalam merayakan Jumat Suci yang dinilai semakin tertib.
"Pelaksanaan Paskah atau Jumat suci dalam beberapa tahun terakhir ini sudah sangat berbeda dari Jumat suci bertahun-tahun yang lalu itu,” jelasnya membandingkan dengan kondisi masa lalu.
Menutup sambutannya, Bupati Hery memastikan dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintah daerah. Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh jajaran pemerintahan ini akan ikut serta mendukung pelaksanaan Jumat pada tahun 2026.
Beliau berharap rapat koordinasi ini menghasilkan persiapan yang lebih solid.
“Kalau tahun lalu kita main tanda tangan sebatas himbauan tapi tidak duduk bersama, saya pikir kali ini kita laksanakan rapat pemantapan bersama-sama supaya persiapan akan menjadi lebih matang,” pungkasnya.
Penulis: Isno Baco