Ruteng, Radarflores.com - Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit berharap seluruh pelaku usaha di Kabupaten Manggarai berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan ekonomi yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Partisipasi tersebut dinilai penting untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
Harapan itu disampaikan Herybertus saat beraudiensi dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai dan Dinas Komunikasi dan Informatika yang menangani urusan statistik, Kamis, 13 Maret 2026.
"Ketersediaan data yang lengkap dan valid sangat diperlukan oleh pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, khususnya di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat," kata Bupati Hery.
Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung setiap kegiatan pendataan yang dilakukan BPS karena hasilnya akan menjadi rujukan penting untuk melihat perkembangan sektor usaha serta potensi ekonomi masyarakat di Kabupaten Manggarai.
Bupati Hery menambahkan data dari kegiatan tersebut tidak hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga berharap kebijakan pembangunan ke depan dapat lebih mendorong kemandirian masyarakat.
“Ke depan kita berharap mekanisme bantuan dapat lebih fleksibel dan tepat sasaran. Jika bantuan diberikan secara selektif kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, maka masyarakat akan terdorong untuk lebih mandiri dan meningkatkan produktivitasnya,” ujar Bupati Nabit.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai, Yosef Danu, menjelaskan bahwa kegiatan pendataan bertujuan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi usaha masyarakat, baik di pusat kota maupun di wilayah desa.
Menurut Yosef, proses pendataan akan dilakukan dengan berbagai metode, termasuk pengumpulan informasi langsung dari pelaku usaha maupun melalui jejaring masyarakat setempat. Di beberapa lokasi usaha seperti kawasan pasar atau pusat aktivitas perdagangan, petugas juga dapat memperoleh informasi dari pelaku usaha yang saling mengenal sehingga membantu mempercepat proses identifikasi unit usaha.
"Bahwa tahapan pengumpulan data akan dilaksanakan secara bertahap," ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahap awal kegiatan pengumpulan informasi direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juni. Selanjutnya, pendataan akan dilanjutkan dengan metode door to door pada periode Juni hingga Agustus agar seluruh unit usaha dapat terdata secara menyeluruh.
Yosef juga menjelaskan bahwa sistem pendataan kini menggunakan aplikasi yang lebih terintegrasi sehingga memungkinkan pengumpulan data yang lebih lengkap dan akurat. Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat mencatat berbagai variabel penting terkait kondisi usaha maupun karakteristik rumah tangga pelaku usaha.
Selain itu, beberapa aspek pendataan kini dilakukan lebih mendalam dibandingkan sebelumnya, termasuk kondisi tempat tinggal serta fasilitas rumah tangga.
"Pendataan yang lebih rinci ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat," tutupnya.
Penulis: Isno Baco