Ruteng, Radarflores.com — Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antar perangkat daerah sebagai kunci percepatan pembangunan. Hal itu disampaikannya saat melantik 12 pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Senin, 1 September 2025 sore.
Dalam sambutannya, Bupati Hery menekankan bahwa loyalitas para pejabat harus berorientasi pada kepentingan konstitusi dan masyarakat.
"Loyalitas pejabat bukan hanya kepada pimpinan, melainkan kepada konstitusi dan rakyat," ucap Bupati Hery.
Ia menilai pembangunan tidak akan berjalan efektif bila instansi pemerintah bekerja secara sektoral tanpa koordinasi. Karena itu, menurutnya, komunikasi lintas sektor menjadi keharusan dalam birokrasi modern.
"Kita tidak bisa membangun Manggarai sendirian. Semangat kolaborasi harus menjadi urat nadi birokrasi, supaya kerja kita cepat, terukur, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," pintanya.
Lebih lanjut, Bupati Hery menjelaskan bahwa rotasi jabatan kali ini bukan sekadar penyegaran, melainkan bagian dari strategi memperkuat birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan publik adalah amanah yang menuntut integritas dan tanggung jawab moral tinggi.
"Tanggung jawab utama pejabat bukan kepada saya, melainkan kepada rakyat yang menanti kerja nyata kita," katanya.
Bupati Hery turut menyoroti berbagai hambatan birokrasi seperti ego sektoral dan lemahnya koordinasi antar instansi. Ia meminta pejabat yang baru dilantik agar mengubah pola kerja lama yang cenderung terjebak dalam rutinitas sektoral, dan segera menerapkan pola kerja yang lebih terpadu.
Menurutnya, pembangunan tanpa kolaborasi akan berjalan lamban dan berisiko tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kolaborasi berarti duduk bersama, menyusun langkah bersama, dan menyelesaikan masalah bersama. Tanpa itu, pembangunan kita akan jalan di tempat," bebernya.
Bupati Hery menambahkan bahwa kerja kolaboratif bukan sekadar pola birokrasi, melainkan strategi menyeluruh dalam memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Ia mencontohkan pembangunan jalan desa yang tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur, tetapi juga membuka akses pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempercepat layanan kesehatan.
"Hal serupa juga berlaku pada iklim investasi, yang hanya bisa tumbuh bila perizinan, tenaga kerja, dan tata ruang bekerja secara terpadu," jelasnya.
Salah satu pejabat yang dilantik, Frumencius Linus Tojo Kurniawan, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah dengan mengedepankan semangat kolaboratif.
"Saya menyadari bahwa sektor perdagangan dan perindustrian tidak bisa berdiri sendiri. Kami harus bekerja erat dengan dinas lain, mulai dari perhubungan, koperasi, hingga pertanian. Hanya dengan kolaborasi, kita bisa memperkuat daya saing produk lokal dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa prioritas awalnya adalah memperkuat infrastruktur pasar, meningkatkan pengawasan distribusi barang pokok, serta mendukung UMKM agar mampu bertumbuh di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Hery menyampaikan optimisme bahwa semangat kolaborasi akan membawa energi baru bagi percepatan pembangunan daerah.
Pelantikan pejabat eselon II ini dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Nomor 413 Tahun 2025. Sebanyak 12 pejabat resmi menduduki jabatan baru, baik melalui rotasi maupun promosi.
Penulis: Isno Baco