Mbay, Radarflores.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengapresiasi kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marapokot di Kabupaten Nagekeo yang berhasil membeli gabah dari petani di atas harga standar nasional.

Langkah ini dianggap memberikan manfaat signifikan bagi petani setempat dan mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

“Tentu ini sangat luar biasa, karena tidak semua BUMDes dapat melakukan ini," jelas Melki saat meluncurkan beras Nagekeo yang diproduksi BUMDes Marapokot pada Kamis, 3 April 2025.

Ia menjelaskan, harga gabah nasional ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sementara BUMDes Marapokot berani membeli dengan harga Rp7.500 per kilogram.

"Ini adalah kebijakan pro-rakyat yang sangat membanggakan,” imbuh Melki dengan bangga. 

Politisi Golkar itu juga mengajak masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk lebih mencintai produk lokal, khususnya beras Nagekeo, serta produk UMKM lainnya.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlanjutan produksi BUMDes Marapokot agar semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo.

Selain meluncurkan beras Nagekeo, pada kesempatan tersebut juga Gubernur Melki menghibahkan tanah 7.000 meter persegi milik Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung keberlanjutan pengembangan usaha BUMDes Marapokot. 

“Dengan hibah ini, tentu kami berharap BUMDes Marapokot dapat lebih meningkatkan hasil produksinya,” harap dia. [RF]