Lewoleba, Radarflores.com - Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa berharap agar para bidan melihat stunting sebagai persoalan prioritas yang harus diselesaikan bersama.

Marianus mengatakan, agar mendapatkan generasi unggul maka tentu saja harus diperhatikan sejak dari rahim seorang ibu.

"Saya selalu tekankan itu di seluruh pimpinan perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa untuk memberikan perhatian kepada para ibu mulai dari umur kandungan 0 bulan," ungkap  Marsianus dalam sambutannya pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Lembata, Senin (27/6/2022).

Marianus menegaskan, untuk mencegah stunting intervensi  dari seluruh pimpinan perangkat daerah.

"Intervensi dari situ baru kita bisa cegah stunting. Kalau kita tunggu setelah melahirkan maka itu tidak benar. Budaya kita harus diubah," jelasnya.

Selain itu, kata dia, para bidan harus membangun koordinasi dengan para lurah dan kepala desa untuk mencegah stunting sejak dini.

Marsianus berjanji bakal membantu dan tidak mempersulit para bidan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kata dia, selagi ada anggaran dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, maka peningkatan SDM para bidan wajib dilakukan.

"Pergi belajar dan pulang mengabdi di Lembata pasti saya tanda tangan," katanya.

Dalam kaitan dengan itu, ia berjanji pada tahun 2023 akan ada anggaran untuk ikatan bidan Indonesia (IBI) cabang Lembata.

Sebagai informasi, hingga kini angka stunting di Kabupaten Lembata ada sebanyak 1.793 orang atau 16,9 persen.

Sebab itu, Marsianus meminta agar di tahun 2023 angka stunting harus di bawah 10 persen.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bank NTT yang terlibat mencegah stunting di Kabupaten Lembata.

"Selama sebulan ini bank NTT punya program dengan sasaran beberapa puskesmas dan posyandu untuk menyelesaikan persoalan stunting," bebernya.

Kontributor: Eman Batona