Lewoleba, Radarflores.com - Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa mencurigai ada mafia yang mempermainkan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah itu.

Sebabnya adalah masih terjadi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan Agen Premium dan Solar (APMS).

"Setelah saya cermati mengurai persoalan BBM di Kabupaten Lembata memang sangat sulit. Karena seperti ada satu mafia di dalam yang melibatkan banyak orang. Tetapi saat kami rapat Forkompinda saya minta teman-teman agenda cuma satu diskusi tentang antrian BBM," ungkap Marsianus usai ngopi bareng wartawan di Rujab Bupati Lembata, Minggu (3/7/2022).

Menurutnya, hal pertama yang disampaikan dalam rapat Forkompinda adalah meminta Polres Lembata melakukan tilang di depan APMS dan SPBU.

"Dan saya meminta Dinas Perhubungan segera memasang plang dilarang parkir di area 100 meter ke kiri dan 100 meter ke kanan sekitar APMS Lamahora. Dan ternyata bersih. tetapi malam mulai lagi. Malam saya pergi Ketemu Kapolres Lembata," katanya.

Disampaikan, dari hasil pantauan masih terlibat antrean di kanan jalan depan APMS Lamahora. Dia sudah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera memasang sign board dilarang parkir di kiri dan kanan jalan.

"Kalau di dalam masih ada permainan silakan saja. Karena yang paling pertama saya harapkan adalah jalan harus bersih tidak ada antrian sepanjang jalan," tandas Marsianus.

Ia juga menyampaikan, tahap pertama sebagai bukti bahwa pemerintah bisa mengurus masyarakat adalah mengurai persoalan antrean BBM.

Kontributor: Eman Bataona