Ruteng, Radarflores.com - Sikap pimpinan Serikat SVD (Societas Verbi Divini) Provinsi Ruteng yang belum memberikan keterangan kepada wartawan terkait sengketa tanah yang melibatkan imam Katolik, Pater Marsel Agot, SVD di Labuan Bajo, dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai peran pimpinan serikat.
Societas Verbi Divini Provinsi Ruteng melalui Pastor Provinsial, Paulus Tolo Djogo, disebut belum bersedia menemui wartawan yang berupaya melakukan konfirmasi.
Ia diduga ingin memahami secara utuh persoalan yang menyeret Marsel Agot sebelum memberikan pernyataan kepada publik.
Pastor Provinsial SVD Ruteng tersebut bahkan dikabarkan turun langsung ke Labuan Bajo untuk menyikapi dinamika yang terus bergulir dan menyita perhatian publik.
Ia disebut menggelar rapat tertutup bersama sejumlah imam di Hotel Perundi pada Senin, 16 Februari 2026 sore.
Upaya awak media untuk memperoleh konfirmasi resmi dari Pastor Provinsial SVD Ruteng terkait surat terbuka Alosius Oba telah dilakukan sejak Minggu malam, 15 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 Wita.
Wartawan mendatangi Rumah Induk SVD di Ruteng, Kabupaten Manggarai, namun Pater Paulus dikabarkan tidak berada di tempat.
Sejumlah imam dan Bruder yang ditemui menyampaikan bahwa keberadaan Provinsial belum dapat dipastikan, apakah sedang menjalankan pelayanan atau melakukan kunjungan pribadi.
Awak media sempat menunggu hingga pukul 21.00 Wita. Namun karena belum ada kepastian, beberapa Frater dan Bruder menyarankan agar konfirmasi dilanjutkan keesokan harinya.
Keesokan paginya, Senin, 16 Februari 2026, awak media kembali mendatangi Rumah Induk SVD Ruteng. Informasi yang diperoleh dari Bruder Dede, pengurus sekretariat, menyebutkan bahwa Pater Paulus telah bertolak ke Labuan Bajo.
“Baru saja dia jalan ke Labuan Bajo,” ujar Bruder Dede kepada awak media.
Keterangan tersebut diperkuat oleh salah seorang karyawati di sekretariat yang menyatakan bahwa Pater Paulus sebelumnya sempat berada di lokasi sebelum berangkat.
“Tadi pagi Pater Paul masih bersama kami. Dia sudah jalan ke Labuan Bajo. Kemungkinan dia sudah di Bahong,” katanya.
Di lokasi yang sama, awak media juga menemui Oswaldus Bule, yang berdasarkan salinan dokumen yang dikantongi media ini diduga menjadi salah satu penerima hibah tanah dari penata tanah di Batu Gosok, Labuan Bajo.
Namun saat dikonfirmasi, Pater Oswaldus tidak memberikan komentar panjang dan mengarahkan wartawan untuk meminta klarifikasi langsung kepada pimpinan serikat.
“Saya posisinya sebagai anggota serikat, termasuk Pater Marsel Agot. Alangkah baiknya tanyakan langsung kepada pimpinan besar saya,” ujarnya singkat.
Selain itu, ia menyarankan wartawan menghubungi Pastor Provinsial melalui telepon atau WhatsApp guna mendapatkan informasi yang valid.
"Silahkan hubungi beliau, atau buat janjian untuk ketemu. Karena mungkin saja ada banyak kegiatan yang sudah dijadwalkan itu agak padat," kata Oswaldus.
Saran tersebut telah dilakukan awak media sejak Minggu, 15 Februari 2026. Wartawan telah berupaya menghubungi melalui telepon maupun pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan jawaban.
Setelah hampir setengah jam berdiskusi tanpa keterangan substansial, awak media memutuskan meninggalkan Rumah Induk SVD Ruteng dan bergerak menuju Labuan Bajo guna melanjutkan upaya konfirmasi.
Setiba di Labuan Bajo sekitar pukul 16.10 Wita, awak media memperoleh informasi bahwa Pastor Provinsial SVD Ruteng bersama sejumlah imam, termasuk Pater Marsel Agot, SVD, dan warga sipil tengah menggelar rapat tertutup di Hotel Perundi. Untuk memastikan informasi tersebut, wartawan mendatangi hotel dan mengonfirmasi kepada dua resepsionis.
"Pertemuan masih berlanjut, sudah mulai dari sekitar jam 4 lewat kaka. Orang yang kami tau itu hanya dia (Pater Paulus Tolo Dijogo, SVD.red) saja. Kami tidak tahu yang lain. Tapi sepertinya mereka sebentar lanjut dengan makan malam. Kami di sini tadi sudah siapkan makan malam untuk mereka. Mereka tidak nginap di sini, karena kami juga tidak tau Kaka," kata Teresia dan Exer.
Ia menyarankan kepada wartawan untuk membuat catatan untuk diteruskan kepada pihak-pihak terkait.
"Kalau Kaka ada perlu sekali, supaya kita bisa hubungi. Atau buatkan catatan saja supaya kami teruskan nanti," kata Teresia.
Hingga berita ini diturunkan, pernyataan resmi dari Pastor Provinsial SVD Ruteng terkait surat terbuka Alosius Oba maupun perkembangan internal SVD masih belum diperoleh. Awak media akan terus berupaya mendapatkan klarifikasi demi menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.
Penulis: Isno Baco