Labuan Bajo, Radarflores.com- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Manggarai Barat siap bersinergi dalam program HUB pangan dan menjadikan Labuan Bajo sebagai sentra hortikultura di NTT.

Ketua Kadin Mabar Ignasius Charles Angliwarman menjelaskan, potensi pertanian Mabar sangat besar.

Hingga kini, lahan baku sawah di Mabar seluas 18.267 hektare. Menurut Charles, bila luas tersebut dipanen dua kali saja dalam satu tahun, maka bisa dipastikan kabupaten ujung barat Pulau Flores itu memiliki ketahanan pangan yang sangat kuat.

Charles mengklaim Kadin Mabar mampu mewujudkan program tersebut bila diberi ruang untuk mengelolanya. Tentu saja dalam menjalankannya harus bersinergi dengan sejumlah stakeholder, termasuk pemerintah.

"Kami ingin menjawab dan kami sampaikan bahwa terkait beras itu harus dari daerah kita (lokal Manggarai Barat)," tegasnya kepada wartawan, Sabtu (11/5/2024).

Menurut Charles, selama ini Kadin Mabar sudah mulai menghasilkan beras berkualitas dengan standar super premium. Beras tersebut berlabelkan 'Beras Labuan Bajo'.

Beras Labuan Bajo yang merupakan hasil dari program Kadin Pertanian HUB, lanjut dia, sudah dipasarkan Kadin Mabar di sejumlah hotel, restoran, kapal pinisi dan juga supermarket yang ada di Labuan Bajo.

Saat Asean Summit pada Mei 2023 lalu, Kadin Mabar juga sudah memasarkan Beras Labuan Bajo.

Bahkan Kadin Mabar juga diundang oleh Negara Timor Leste melalui CCI-TL (Kadin Timor Leste) untuk membahas program Kadin Pertanian HUB.

"Puji Tuhan 12 Maret 2024 kemarin panen perdana, kualitas terbaik dalam sejarah yang ada," kata Charles.

Ia pun memastikan bila program tersebut dijalankan Kadin Mabar, maka tidak akan ada lagi beras dari daerah lain masuk ke Mabar.

"Saya tegaskan beras yang ada di sini nantinya adalah beras asli dari Manggarai Barat," ujar Charles.

Sebelumnya, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi meminta agar Labuan Bajo menjadi HUB pangan dan sentra holtikultura di Provinsi NTT.

Arti dari kata 'HUB' yang dimaksudkan Edi adalah kekayaan dan keanekaragaman hayati harus dapat dikelola dan dikembangkan sehingga mampu menjamin ketersediaan pangan.

"Saya memiliki cita-cita menjadikan Kabupaten Manggarai Barat dengan ikon Labuan Bajo sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) jadi HUB pangan di Provinsi NTT,” tutur Edi saat menerima kunker Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, bersama rombongan di Gudang Bulog Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Senin (29/04/2024) lalu.

Peluang itu menurut dia, sangat strategis bagi petani padi di Provinsi NTT umumunya dan khususnya Kabupaten Manggarai Barat.

Program ini juga untuk kesiapan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah NTT.

Edi menjelaskan, selama ini kebutuhan beras Manggarai Barat sebagian besar masih dipasok dari Jawa dan Sulawesi Selatan.

Padahal, Manggarai Barat memiliki potensi yang besar untuk menjadi sentra pangan. Tercatat, lahan baku sawah Manggarai Barat seluas 18.267 hektare. Produksi padi tahun 2023 pun meningkat 0,19 persen, sebesar 757,51 ton GKG dari tahun 2022 sebesar 755,06 ton GKG.

"Saya optimistis dengan dukungan mitra Komisi IV DPR RI seperti Kementan, KKP, KLHK, Bulog, dan Bapenas, cita-cita itu mampu terwujud," ujarnya. [RF]